Patung Bima Dewa Ruci
Bali sudah kembali normal, bahkan jauh lebih baik dari sebelum bom bali. Hal ini tampak jelas dari kemacetan yang ada dimana-mana, terutama pada saat bulan Juni – Oktober yaitu bulan liburan anak sekolah dan liburan internasional. Hal ini membuat jalan bypass Ngurah Rai menjadi pusat kemacetan, terutama daerah simpang siur dimana lokasi patung Bima atau Dewa Ruci berdiri megah.
Kemacetan ini membuat para peninggi Bali memutar otak untuk memecahkan masalah kemacetan yang terjadi. Pemikiran untuk membuat jalan layang yang sebelumnya kurang jelas kini semakin mengerucut. Hal ini diberitakan koran Bali Post (lupa tanggalnya :p) yang memberitakan bahwa Gubernur Bali Made Mangku Pastika melakulan rapat evaluasi yang melibatkan pejabat vertikal seperti kepala balai se-Bali dan pejabat teras Pemprov Bali. Dalam kesempatan tersebut ada yang merinci proses rencana pembangunan jalan di Bali dan salah satunya yang sudah pasti, jalan layang akan terbangun di pulau dewata ini.
Posisi patung Dewa Ruci atau Patung Bima menghalangi posisi jalur jalan layang. Jika dibuat jalan layang mengindari ke arah barat 20 meter, yang kena kawasan pertokoan sehingga harus ada penggusuran. Pak Mangku Pastika lebih condong patung itu nantinya dipindah ke arah utara beberapa puluh meter. Posisinya sejenis taman dengan pohon besar-besar. Atau di belakang LED TV yang menjadi pengumuman bahaya bencana. Sehingga tidak membuat jalan layang berbelok atau membuat penggusuran pertokoan. Patung itu bukan pelinggih atau tempat suci, walaupun mengambil epos cerita Mahabarata yang banyak simbul hindu jadi tidak masalah untuk dipindahkan.
Wah, kayaknya bakalan repot tuh, patung seberat itu akan dpindahkan. Tapi sayang juga kalo harus dipindahkan. Itu sudah menjadi ciri khas simpang siur dan bisa dibilang sebagai patung selamat datang di Bali, karena kita sendiri belum memiliki patung selamat datang seperti di Jakarta.
Tapi ada masukkan lainnya yaitu membuat penyeberangan kapal Fery dari Serangan ke Tanjung Benoa untuk sementara waktu. Nantinya mobil dan motor lewat kapal Fery sehingga akan mengurangi kemacetan. Tapi yang jadi pertanyaan, apa iya kita aka menggunakan kapal?? bagaimana dengan orang yang mabuk laut, efisiensi waktu dll.
Yah, apapun nanti jalan keluar yang akan di ambil semoga bisa berdampak baik bagi Bali…
wah, sebelum digusur hars ada sesi foto bareng nih sama si Bima buat kenang-kenangan :p


