Uluwatu Kecak
Okelan kalo begitu, berhubung selasa dapet tugas presentasi tour “Uluwatu Kecak“. kenapa ga coba cari bahan trus bikin rangkuman dsini skalian biar da bahan tulisan
Pura Uluwatu
Pura Luwur Uluwatu merupakan salah satu dari 6 Pura Sad Kahyangan di Bali. Sad artina enam, Sad Kahyangan adalah 6 pura yg merupakan sendi - sendi pulau Bali . Uluwatu terletak di Desa Pecatu Kecamatan Kuta ksekitar 20 km dari Sanur ke arah Selatan. Pura Uluwatu terletak di atas bukit karang yg menjorok kelaut dengan ketinggian kurang lebih 80 meter dari permukaan laut. Oleh karena itu disebut Uluwatu Ulu yang artinya ujung atau kepala dan watu artinya batu atau karang.
Pembangunan Pura Uluwatu diawali oleh Mpu Kunturan pada abad ke 11. Pada abad ke 16 Danghyang Nirartha melakukan kunjungan – kunjungan ketempat suci, setibana di Uluwatu beliau mendapatkan bisikan jiwa bahwa tempat itu baik untuk memuja Tuhan. Berdasarkan pertimbangan tersebut Danghyang Nirartha memperluas pambangunan Pura Uluwatu dan memlilih tempat tersebut untuk Ngaluwur “kembali ke asal (moksa)”. Kunjungan kedua beliau melepas moksa di Uluwatu dan disaksikan oleh nelayan bernama Ki Pasek Nambangan, beliau bagaikan kilat berupa cahaya masuk ke angkasa.
Disebelah timur pura terdapat alas kekeran (hutan larangan) yang dihuni banyak kera.
Hati – hati dengan perhiasan terutama anting, jangan membawa barang yang tidak perlu, sebaiknya ditinggal dimobil. jaga jarak dengan kera dan hati – hati dengan kacamata dan kamera kesayangan. Tenang, walaupun monyet nakal ini berhasil mencuri n merampas dari kita, ada penjual kacang yang akan membantu kita untuk mendapatkan kembali dengan menukarkan kacang dengan barang kita, eits jangan lupa tips atas bantuan si penjual yah.
Setiap pura pasti memiliki candi bentar (gapura) yang bila disatukan akan berbentuk seperti gunung, namun candi bentar Uluwatu memiliki sayap. Candi bentar bersayap sangat jarang ditemukan, ini merupakan kombinasi bali dan jawa (desa Sendangduwur, Lamongan) wah kota na abah Bnu nih heheh….
Sebelum masuk Pura kita diwajibkan mengenakan sarung dan selendang, dimana sarung berfungsi untuk menutupi bagian bawah yaitu bagian tidak suci dan selendang sebagai pembatas antara bagian suci dan tidak suci. Untuk wanita yang sedang haid / menstruasi tidak bisa masuk kedalam pura karena dianggap kotor. Inget juga untuk tidak membawa barang – barang yang tidak perlu.
Tari Kecak
Pada pukul 6 - 7 malam ada pertunjukan Tari Kecak (Apen Dans) atau tarian kera. Wayan Limbak dan pelukis Walter Spies (Jerman) menciptakan tarian ini berdasarkan kisah Ramayana dan tradisi Sanghyang yaitu tradisi tarian yang penarinya berada dalam kondisi tidak sadar. Tari Kecak tidak diiringi musik, dengan irama tertentu menyerukan “cak” sembari mengangkat tangan para penari yang duduk melingkar. Selain para penari itu, terdapat pula penari yang memerankan tokoh Ramayana yaitu Rama, Sita, Hanoman, Laksamana dan Rahwana.
(more…)




